Blue Theme Green Theme Red Theme
RSS Feeds:
Posts
Comments

Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Psalms 90:1-12

Mencoba membagikan apa yang aku dapatkan ketika mendengar Renungan Firman di komisi pemuda kemaren. Pembicara (GI. Wilsoon) membawakan tema “Menghitung Hari” dengan mengeksposisikan Mazmur 90:1-12.

Renungan ini dimulai dengan 1 cerita legenda akan awal mulanya peribahasa “Keledai tidak akan jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya”. Legenda itu adalah kisah seekor keledai, yang iri melihat kuda.. Kuda adalah sosok yang begitu gagah, ketika kuda berjalan, kuda tidak melihat ke bawah, namun lurus ke depan. Keledai yang iri dengan kuda kemudian mempraktekkan seperti kuda, ia mengangkat lehernya, memandang lurus ke depan, dan kemudian berjalan. Ketika ia berjalan, karena tidak melihat ke bawah, maka keledai ini jatuh ke lubang dan saat itu ia ditertawakan banyak orang sehingga membuat keledai begitu malu..
Nah.. mulai saat itulah keledai ini tidak lagi mau mengulangi kebodohannya, tidak mau lagi iri-irian dengan kuda, ia tidak lagi mau melihat ke atas, tetapi tetap melihat ke bawah.. karena tidak mau jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.
Cerita ini akan membantu kita dalam perenungan nantinya..

Mazmur 90:1-12 adalah isi doa dari Nabi Musa.
Allah adalah Allah yang berkuasa atas hidup manusia (ay 3-6). Hidup manusia digambarkan seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu. Jikalau saat ini kita memikirkan tahun-tahun yang telah terlewati, tahun ketika kita masih bayi (melihat dari album foto), tahun ketika kita mulai masuk sekolah TK, kemudian SD selama 6 tahun, lanjut SMP dan SMA masing-masing 3 tahun.. Total 13 tahun buat sekolah mpe SMA.. Waktu ngejalanin mungkin terasa lama, tapi ketika memikirkan dan mengingatnya, rasanya kita bisa menceritakannya dalam waktu yang singkat.. 1 jam mungkin? atau 2 jam? Waktu yang singkat yang tidak akan setimpal dengan waktu sebenarnya.. Seperti itulah memang hidup manusia.. Singkat dan begitu cepat.. Bahkan digambarkan bahwa di mata Allah, 1000 tahun seperti hari kemarin… Waktu berlalu dengan begitu cepat.

Saat ini berapakah umurmu? Aku pribadi sedang memasuki tahun ke-20 aku berada di dunia ini..
Lalu pertanyaan perenungannya.. bagaimana aku memandang waktu hidupku? Dan bagaimana aku mengisi hidupku, khususnya di tahun 2009 kemarin? Kerjaan, pikiran, perkataan apakah yang paling banyak aku kerjakan, pikirkan, dan katakan di tahun 2009 kemarin?
Menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengeluh lebih dari bersyukur? Menghabiskan waktu untuk lebih banyak bermain games2 Online hingga tidak ada waktu untuk bersaat teduh? Bekerja hingga menjadikan uang, posisi, ketenaran lebih penting dari Tuhan? Atau belajar hingga menjadikan nilai yang tinggi lebih memuaskan daripada waktu bersama Tuhan?
Apakah akan lebih bodoh dari keledai hingga lagi-lagi mengisi waktu hidup dengan hal-hal yang sia-sia? Bagaimana aku memandang waktu hidupku ini dan apa yang aku kerjakan?

Berlanjut pada ayat 7-11.. Di ayat ini pemazmur membicarakan akan dosa.. ia menyadari bahwa di waktu hidupnya, yang terlihat adalah dosa yang telah dilakukan, bukan kebaikanku, atau bukan kejayaanku, namun dosa-dosa yang telah dilakukan.
Pertanyaannya.. Dosa apa yang berkali-kali aku jatuh di dalamnya di tahun 2009 kemarin?

Kuasa melawan dosa digambarkan oleh pembicara lewat 1 perumpamaan. Kita memiliki kartu ATM yang berisikan uang yang begitu banyak yang tidak akan pernah bisa kita habiskan.. Tetapi kita memilih kelaparan daripada menggunakan kartu ATM itu.
Allah telah menolong kita untuk melawan dosa.. Namun alasan kita jatuh berulang kali adalah karena kebodohan kita yang tidak mau menggunakan pertolongan itu.. dan karena terlalu mencintai dosa itu..

Apakah aku lebih bodoh dari keledai, hingga jatuh berkali-kali di dosa yang sama?
Maukah menolak dosa itu ketika memang Tuhan telah memberikan kekuatan untuk menolak dosa?

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)

Ada 3 cara orang menghitung hari :
1. Dengan kerinduan yang bersifat positif. Contohnya : Seperti seorang yang begitu menunggu-nunggu waktu dimana ia akan bertemu dengan kekasih yang sangat dirindukannya, atau seperti anak sekolahan yang menunggu-nunggu waktu libur, atau seperti orang yang bekerja yang menunggu-nunggu waktu gajian.

2. Dengan kerinduan yang bersifat negatif. Contohnya : Seperti seorang Mahasiswa Teologi yang sedang praktek di 1 gereja yang sangat menekan dia.. maka ia menunggu-nunggu hari dimana ia akan lepas, yaitu ketika ia selesai dari waktu yang ditentukan.. atau seperti seorang murid yang menunggu hari dimana akan lepas dari waktu-waktu UAS.. atau seperti orang-orang yang sudah tua, orang-orang yang lagi sakit parah, yang begitu merindukan waktu dimana semua sakit itu akan berakhir.

Kedua cara ini sering dilakukan oleh kita semua.. Namun.. menghitung hari yang dimaksud di Mazmur 90:12 ini bukanlah menghitung hari yang seperti demikian.. Inilah cara ke3 dari menghitung hari. Menghitung hari yang dimaksud di ayat ini adalah menghitung hari yang berkaitan dengan makna hidup. Menghitung hari sedemikian hingga beroleh hati yang bijaksana.
Caranya?
Berdoa agar Tuhan memampukan kita mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak? Apa yang harus dipikirkan dan apa yang tidak? Apa yang harus dikatakan dan apa yang tidak? Karena kita terlalu bodoh, bahkan lebih dari keledai.. Berdoa agar kita menghitung hari-hari sedemikian, hingga kita bisa beroleh hati yang bijaksana.

Met menjalani 2010 ^^

Pacaran?

Beberapa hari ini banyak menemukan status orang-orang yang begitu merasa hampa ketika ga punya pacar… Aneh banget….

Satu kasus yang membuatku tidak habis pikir… 1 cewek yang ngerasa dia memiliki penampilan <= biasa (maksudnya biasa atau jelek), menawarkan diri untuk menjadi pacar seorang pria yang baru ia kenal lewat FB.. begitu kesepian kah hingga mo nawarin diri seperti itu?

Kasus lain, 1 pasang kekasih yang baru mulai pacaran 1 bulanan.. Di waktu pacaran itu sepertinya saling mengasihi banget… [apa saling meminta perhatian ya??? :p] rasanya dunia milik berdua.. dengan adanya dia maka hidup lebih indah.. fiuh… buktinya? cuman tahan 1 bulanan…

Tidak bisa dipungkiri, seketika juga ketika sudah berpacaran, perasaan mau memiliki pasangannya itu bisa tiba2 naik intensitasnya.. makanya begitu banyak pasangan yang menjadi eksklusif dan mudah cemburu akan pasangannya. Kemudian karena merasa tidak cocok, merasa terlalu dikekang, merasa tidak diperhatikan, dsb… [alasan-alasan yang terlalu bersifat emosi diri sendiri], lalu dengan mudahnya bilang putus aja. wew….

Sebenarnya pacaran itu buat apa sih? Buat muasin diri sehingga ga kesepian? Untuk memiliki hubungan putus-nyambung? Untuk gengsi diri? Atau untuk apa sih…?

Satu yang aku tahu, pacaran adalah tahap sebelum menikah.. wah.. mikirnya jauh banget? Lah.. bukankah tidak bijak jika aku hanya berpikir untuk hari ini, hari ini, dan hari ini. Biarkanlah yang namanya “the future” itu dihadapi dan dipikirkan nantinya.. Nah klo dah seperti itu berarti dah sia-siain masa muda dong? Masa buat milih pasangan yang akan menemani hingga seumur hidup kita nantinya, eh dipake buat maen2… yah sudahlah… ujung2nya klo umur dah kerasa tua, lalu nyesel dh ga pake kesempatan bae2…

Atau yang terjadi seperti yang lagi ngetrend sekarang.. Nikah.. Cerai dengan alasan : TIDAK COCOK! [alasan kekanakan yang tidak "suitable" untuk dikatakan oleh seorang yang sudah melakukan janji pernikahan]

Janji pernikahan? Waduh.. sepertinya aku telah berpikir terlalu jauh.. hahaha… TIDAK! Aku tidak berpikir terlalu jauh… Janji pernikahan berlaku untuk seumur hidup, janji yang diucapkan seharusnya dari hati yang terdalam dan itu yang menjadi komitmen kita.

Komitmen?? ckckckck.. 1 kata baru lagi yang sangat tidak disukai oleh orang2 zaman sekarang.. mengapa aku mengeluarkan kata2 yang susah seperti itu…?? :p

Komitmen emang penting x.. Ketika kasih dah mulai luntur, ada komitmen yang menguatkan, sehingga hubungan itu tidak putus.. Komitmen yang membawa orang pada kesetiaan. Komitmen bukan sesuatu yang mudah untuk tetap dipertahankan, namun orang yang bisa mempertahankannya, aku jamin dia pasti puas akan pilihannya. Tentunya komitmen akan hal yang baik, bukan hal yang jahat…

Jadi masalahnya sekarang kenapa pacaran? Apa alasannya pacaran?

Kesepian? Jangan pacaran klo cuman karna kesepian.. Nih aku kasi solusinya.. Ada sahabat sejati yang selalu mengasihi kita toh? Siapa? Tentu saja hanya satu sahabat sejati yang mau ngorbanin dirinya untuk orang yang menganggap dia adalah musuh.. Yesus Kristus.. Kamu kesepian? Klo iya, ya cari aja Yesus Kristus. mudah toh? lah.. emang Dia bisa apa? Dia bisa memberimu kelegaan, memberimu pengharapan, dan selalu beserta denganmu. Karena itu kamu ga akan ngerasa kesepian! ^^

Jangan sia-siain masa muda hanya untuk ngalamin yang namanya putus nyambung dalam hubungan pacaran, atau untuk bermain-main tanpa alasan dan tujuan, karena nantinya pasti nyesel dh klo cuman seperti itu..

Pacaran? Jangan sembarangan. Pikirkan baik-baik apakah dia bisa menjadi pasangan seumur hidupmu.. Yang pasti untuk bisa kita menilai seperti itu, kita perlu pengenalan dulu, dan pengenalan yang lebih dalam bisa kita lakukan ketika sudah berpacaran. Kata tidak cocok tidak bisa dikaitkan dengan perbedaan karakter/sifat, kata tidak cocok aku rasa boleh dipakai jikalau emang itu sudah berkaitan dengan tujuan hidup. Perbedaan tujuan hidup akan mempengaruhi perbedaan cara berpikir dan aku rasa itu akan sulit untuk bisa terus berjalan. Karena satu sama lain klo ga cocok dalam hal ini akan saling menjadi penghalang bagi yang lain untuk bisa berjalan ke depan.

Intinya.. Ga usahlah sia-siain waktu masa muda.. Nikmatin aja waktu kita bisa single.. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan ketika masih single toh? N klo emang dah siap buat pacaran, pake kesempatan pacaran itu bae2.. buat kenal lebih dalam pasangan kita.. bukan buat muasin nafsu, gengsi, dll yang menyangkut keegoisan diri.

Pakai masa muda dengan baik, jangan mpe nyesel! ^^

Gbu..

Iseng bermain dengan social interview di Facebook, ketika aku mendapatkan pertanyaan : jika aku bisa menjadi seorang yang superpower, aku mau seperti apa?
Secara spontan aku langsung teringat akan si Hiro di Heroes…
Pengen bisa jadi time traveler… Pengen bisa memperbaiki kesalahan di masa yang lalu.. Pengen bisa menghentikan waktu.. wih…
terlihat begitu menyenangkan.. :p
Namun ketika sekarang aku merenungkan sejenak… wah.. keinginan ini sungguh tidak sesuai dengan kehendak Tuhan… keinginan yang keliatan iseng namun cukup membuat aku berandai-andai..

Teringat lagi pertanyaan yang baru saja aku dapatkan di PO Sabtu tadi…
Aku ingin menjadi seperti apa?

Padahal baru tadi juga dibukain tentang menjadi murid Kristus.
Kayak gimana sih jadi murid?

Tadi pembicaranya memberikan 3 point tentang panggilan menjadi murid/mengikut Kristus, yaitu panggilan untuk :
1. Bersekutu dengan Kristus
2. Menjadikan Kristus yang terutama
3. Hidup seperti Kristus

Aku ingin menjadi seperti apa/siapa?

Pertanyaan yang perlu direnungkan kembali… :)