Blue Theme Green Theme Red Theme
RSS Feeds:
Posts
Comments

Calendar

September 2016
M T W T F S S
« May    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Dunia Maya

Dunia maya adalah dunia yang memiliki hal positif dan negatif.

Positifnya adalah kita akan semakin mudah menemukan orang lain yang mungkin adalah teman lama kita, atau orang-orang baru yang akhirnya menjadi teman baru kita.

Tetapi, hubungan di dalam dunia maya ini benar-benar sangat menakutkan. Orang-orang bisa menjadi seorang yang sangat berbeda ketika sudah berhubungan dalam dunia maya. Bisa saja di dunia maya begitu dekat, tetapi di dunia nyata, kedekatan itu benar-benar unreal. Dengan mudahnya berbicara ketika berhubungan di dunia maya, tetapi ketika sudah bertemu secara langsung, bisa diam seribu bahasa.

Selain itu, orang-orang bisa bertahan berjam-jam di depan komputer, dan akhirnya orang-orang di sekitarnya tidak dekat dengannya. Ia terlalu sibuk berhubungan dengan komputernya, bahkan orang di sebelahnya pun bisa didiamkan begitu saja. Padahal ada orang nyata di dekatnya dan dia bisa berhubungan secara nyata dengan orang di dekatnya itu, tetapi ia memilih untuk bermain dengan komputer, ataupun blackberrynya.

Unreal closeness adalah hal menakutkan yang sedang terjadi saat ini. Alangkah sayangnya jikalau hal yang baik, yang berguna justru membiarkan kita sekaligus mencicipi hal yang menakutkan. Oleh karena itu, gunakanlah hal yang baik dan berguna itu seperti fungsinya. Dan jangan tergoda dalam hal yang menakutkan itu. Tetaplah berhubungan dengan baik di dunia nyata. :)

Pacaran?

Beberapa hari ini banyak menemukan status orang-orang yang begitu merasa hampa ketika ga punya pacar… Aneh banget….

Satu kasus yang membuatku tidak habis pikir… 1 cewek yang ngerasa dia memiliki penampilan <= biasa (maksudnya biasa atau jelek), menawarkan diri untuk menjadi pacar seorang pria yang baru ia kenal lewat FB.. begitu kesepian kah hingga mo nawarin diri seperti itu?

Kasus lain, 1 pasang kekasih yang baru mulai pacaran 1 bulanan.. Di waktu pacaran itu sepertinya saling mengasihi banget… [apa saling meminta perhatian ya??? :p] rasanya dunia milik berdua.. dengan adanya dia maka hidup lebih indah.. fiuh… buktinya? cuman tahan 1 bulanan…

Tidak bisa dipungkiri, ketika sudah berpacaran, perasaan mau memiliki pasangannya itu bisa tiba2 naik intensitasnya.. makanya begitu banyak pasangan yang menjadi eksklusif dan mudah cemburu akan pasangannya. Kemudian karena merasa tidak cocok, merasa terlalu dikekang, merasa tidak diperhatikan, dsb… [alasan-alasan yang terlalu bersifat emosi diri sendiri], lalu dengan mudahnya bilang putus aja. wew….

Sebenarnya pacaran itu buat apa sih? Buat muasin diri sehingga ga kesepian? Untuk memiliki hubungan putus-nyambung? Untuk gengsi diri? Atau untuk apa sih…?

Satu yang aku tahu, pacaran adalah tahap sebelum menikah.. wah.. mikirnya jauh banget? Lah.. bukankah tidak bijak jika aku hanya berpikir untuk hari ini, hari ini, dan hari ini. Biarkanlah yang namanya “the future” itu dihadapi dan dipikirkan nantinya.. Nah klo dah seperti itu berarti dah sia-siain masa muda dong? Masa buat milih pasangan yang akan menemani hingga seumur hidup kita nantinya, eh dipake buat maen2… yah sudahlah… ujung2nya klo umur dah kerasa tua, lalu nyesel dh ga pake kesempatan bae2…

Atau yang terjadi seperti yang lagi ngetrend sekarang.. Nikah.. Cerai dengan alasan : TIDAK COCOK! [alasan kekanakan yang tidak “suitable” untuk dikatakan oleh seorang yang sudah melakukan janji pernikahan]

Janji pernikahan? Waduh.. sepertinya aku telah berpikir terlalu jauh.. hahaha… TIDAK! Aku tidak berpikir terlalu jauh… Janji pernikahan berlaku untuk seumur hidup, janji yang diucapkan seharusnya dari hati yang terdalam dan itu yang menjadi komitmen kita.

Komitmen?? ckckckck.. 1 kata baru lagi yang sangat tidak disukai oleh orang2 zaman sekarang.. mengapa aku mengeluarkan kata2 yang susah seperti itu…?? :p

Komitmen emang penting x.. Ketika kasih dah mulai luntur, ada komitmen yang menguatkan, sehingga hubungan itu tidak putus.. Komitmen yang membawa orang pada kesetiaan. Komitmen bukan sesuatu yang mudah untuk tetap dipertahankan, namun orang yang bisa mempertahankannya, aku jamin dia pasti puas akan pilihannya. Tentunya komitmen akan hal yang baik, bukan hal yang jahat…

Jadi masalahnya sekarang kenapa pacaran? Apa alasannya pacaran?

Kesepian? Jangan pacaran klo cuman karna kesepian.. Nih aku kasi solusinya.. Ada sahabat sejati yang selalu mengasihi kita toh? Siapa? Tentu saja hanya satu sahabat sejati yang mau ngorbanin dirinya untuk orang yang menganggap dia adalah musuh.. Yesus Kristus.. Kamu kesepian? Klo iya, ya cari aja Yesus Kristus. mudah toh? lah.. emang Dia bisa apa? Dia bisa memberimu kelegaan, memberimu pengharapan, dan selalu beserta denganmu. Karena itu kamu ga akan ngerasa kesepian! ^^

Jangan sia-siain masa muda hanya untuk ngalamin yang namanya putus nyambung dalam hubungan pacaran, atau untuk bermain-main tanpa alasan dan tujuan, karena nantinya pasti nyesel dh klo cuman seperti itu..

Pacaran? Jangan sembarangan. Pikirkan baik-baik apakah dia bisa menjadi pasangan seumur hidupmu.. Yang pasti untuk bisa kita menilai seperti itu, kita perlu pengenalan dulu, dan pengenalan yang lebih dalam bisa kita lakukan ketika sudah berpacaran. Kata tidak cocok tidak bisa dikaitkan dengan perbedaan karakter/sifat, kata tidak cocok aku rasa boleh dipakai jikalau emang itu sudah berkaitan dengan tujuan hidup. Perbedaan tujuan hidup akan mempengaruhi perbedaan cara berpikir dan aku rasa itu akan sulit untuk bisa terus berjalan. Karena satu sama lain klo ga cocok dalam hal ini akan saling menjadi penghalang bagi yang lain untuk bisa berjalan ke depan.

Intinya.. Ga usahlah sia-siain waktu masa muda.. Nikmatin aja waktu kita bisa single.. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan ketika masih single toh? N klo emang dah siap buat pacaran, pake kesempatan pacaran itu bae2.. buat kenal lebih dalam pasangan kita.. bukan buat muasin nafsu, gengsi, dll yang menyangkut keegoisan diri.

Pakai masa muda dengan baik, jangan mpe nyesel! ^^

Gbu..

Iseng bermain dengan social interview di Facebook, ketika aku mendapatkan pertanyaan : jika aku bisa menjadi seorang yang superpower, aku mau seperti apa?
Secara spontan aku langsung teringat akan si Hiro di Heroes…
Pengen bisa jadi time traveler… Pengen bisa memperbaiki kesalahan di masa yang lalu.. Pengen bisa menghentikan waktu.. wih…
terlihat begitu menyenangkan.. :p
Namun ketika sekarang aku merenungkan sejenak… wah.. keinginan ini sungguh tidak sesuai dengan kehendak Tuhan… keinginan yang keliatan iseng namun cukup membuat aku berandai-andai..

Teringat lagi pertanyaan yang baru saja aku dapatkan di PO Sabtu tadi…
Aku ingin menjadi seperti apa?

Padahal baru tadi juga dibukain tentang menjadi murid Kristus.
Kayak gimana sih jadi murid?

Tadi pembicaranya memberikan 3 point tentang panggilan menjadi murid/mengikut Kristus, yaitu panggilan untuk :
1. Bersekutu dengan Kristus
2. Menjadikan Kristus yang terutama
3. Hidup seperti Kristus

Aku ingin menjadi seperti apa/siapa?

Pertanyaan yang perlu direnungkan kembali… :)